Kamis, 19 Mei 2011

Ilalang



Ilalang tumbuh menjulang
tutupi jalan setapak yang kan kulalui
tersayat kulit darah membasahi

Kubersujud ditengah belantara
ilalang terbakar tak terasa
tubuhku membara hitam berjelaga

Aku terjaga dan kulihat hitam di segala penjuru
dahaga menyerang kujilat lelehan airmataku

Aku bertanya darimana asalnya api
menyusur jalan setapak kembali
diantara tumpukan arang kucari sang api
hanya debu hitam kutemui

Kuraba dadaku panas menyengat
inikah kobaran api?
Sungguh tak ingat
sumbernya dari diri sendiri


( Sumenep - 20 - 01 - 2011 )

"DILARANG SAKIT KALAU TAK PUNYA DUIT"



"DILARANG SAKIT KALAU TAK PUNYA DUIT"

Ungkapan itu pernah aku dengar dari orangtuaku sendiri,
kalaupun harus mengalami sakit,cukup minta air putih yang sudah dibacakan doa sama pak kyai
ataupun orang yang dianggap punya ilmu magis ( dukun ) dengan bayaran seikhlasnya.

Dan jika sakitnya tak kunjung sembuh,orangtuaku akan mengatakan kalimat seperti ini
"SAKIT ITU UJIAN DARI TUHAN MAKA BERSABARLAH,SEBAB TUHAN BERSAMA ORANG-ORANG YANG SABAR"
aku tahu itu hanyalah kata-kata hiburan dari orangtuaku,agar aku masih punya harapan untuk hidup,
padahal setelah mengatakan itu orangtuaku menangis semalaman dia merasa berdosa pada anaknya
karena tak kuat membiayai pengobatan anaknya.

Aku heran kenapa orangtuaku tak mengusahakan penyakitku melalui program pengaman sosial atau kartu keluarga miskin,pernah hal itu kusampaikan pada orangtuaku,jawaban orangtuaku " aku tidak mau anakku yang sedang sakit gara-gara menggunakan Kartu Keluarga Miskin diperlakukan tidak layak,ditelantarkan dan tidak dianggap sebagai pasien,dikelas nomer tigakan,belum lagi untuk urusan surat keterangan tidak mampu dari desa masih harus mengeluarkan biaya untuk makelarnya,pokoknya ruwet kata orangtuaku"

aku bilang sama ibuku " Bu jangan putus asa bukankah ada rumah sakit yang agamis dan bukankah agama mengajarkan kita untuk saling tolong menolong".Jawab ibuku " sama saja yang milik pemerintah,yang milik swasta memakai simbol agama ujung-ujungnya kalau sakit harus tetap keluar duit,agamanya benar tapi pemilik rumah sakitnya yang tak mau rugi,sudah pokoknya kalau tak punya duit janganlah sakit,ingat kata-kata itu"lalu ibuku pergi dengan perasaan marah,
marah terhadap dirinya,mengapa dia harus menjadi miskin di zaman yang orang dihormati dari banyak dan sedikitnya duit.




( Bumiayu - 09 - 08 - 2002 )

PAHLAWAN PENUH TANDA TERIMA



Pendidikan,
faktor penting maju dan mundurnya suatu negara,kita dapat menilai status negara dari cermin pendidikannya.
Jika pendidikan dikelola dengan baik maka mutu sumber daya manusia yang dihasilkannya baik pula,sebaliknya jika asal-asalan maka hasilnyapun sarjana asal-asalan.

GURU yang dalam bahasa jawanya berarti diGUgu dan ditiRU ( ditaati dan diikuti ).
Jaman sekarang masihkah makna GURU tetap seperti itu?
atau justru telah mengalami pendistorsian makna menjadi daripada ngangGUr karo tuRU ( daripada menganggur dan tidur )
dan pula jika menjadi GURU lebih banyak kesempatan buat ngobyek disekolah tempat dia mengajar.
Pengadaan buku pelajaran,pengadaan seragam sekolah,study tour bukankah itu santapan empuk para GURU?

Saya kagum dengan GURU-GURU jaman sekarang sangat menjaga kebersihan,sehingga saking bersihnya tangannyapun sampai tak pernah terkotori kapur tulis dan papan tulispun hitamnya jadi awet jadi tak perlu buang-buang uang buat membeli cat hitam.
Dulu waktu saya masih sekolah yang saya perhatikan bukan GURUnya tapi jam tangan saya,kapan waktunya istirahat dan kapan waktunya pulang,karena pada saat saya masih sekolah,pihak sekolah memakai aturan yang sangat otoriter,hingga siswa tidak betah berlama-lama disekolah,beda dengan sekarang pihak sekolah lebih bisa mengakomodir keinginan siswanya,namun sekarang justru gantian GURUnya yang selalu memperhatikan jam tangannya,kapan saatnya istirahat dan kapan saatnya pulang.

Siswa mau pintar atau goblog masa bodoh,yang penting dirinya sudah mengajarkan jam pelajaran yang sudah dijadwalkan.

Mana pengabdianmu?
Yang katanya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,
atau mungkin kalian ingin ganti gelar menjadi
" PAHLAWAN PENUH TANDA TERIMA"

( Semoga teman dan saudaraku yang berprofesi sebagai GURU benar-benar menjadi PAHLAWAN TANPA TANDA JASA )

( Bumiayu - 11 - 11 - 2005 )

SETITIK CAHAYA



Pencerahan,

saat kondisi suatu tempat atau ruang dalam keadaan gelap,pastilah yang pertama orang cari adalah cahaya,bukan uang atau barang berharga lainnya,ketika tiba-tiba ada seseorang yang membawa pelita,sudah tentu semua mata tertuju pada si pembawa pelita.

Negeri kita saat ini kalau dilihat dari segi fisiknya mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa negeri kita sudah tambah maju,tetapi yang terjadi dibalik semua itu pemikiran kita justru semakin mundur.Orang banyak memuja materialisme dan beranggapan bahwa kebahagiaan adalah kemewahan.

Peran teknologi memang sangat membantu kehidupan manusia,tapi terkadang kita lupa bahwa segala sesuatu ada dampak positif dan negatifnya.Dampak positif dari teknologi orang sudah banyak yang tahu,misal dengan Handphone komunikasi menjadi lebih mudah walau jarak berjauhan.dampak negatifnya kita jadi semakin malas untuk bertatap muka,rasa rindu terhadap keluarga ataupun teman karena tiap saat kita bisa saling kirim kabar lewat Handphone.
Satu contoh lagi permainan anak play station,permainan yang bisa dimainkan sendirian ataupun maksimalnya berdua,permainan ini dalam jangka panjang akan membentuk pribadi yang individualistis.

Bila kita bandingkan dengan permainan anak-anak era 80an dan tahun sebelumnya,permainan tradisional yang kebanyakan dilakukan diluar rumah dan harus bekerjasama dengan tim,misalnya gobak sodor,petak umpat dan masih banyak yang lainnya,permainan tersebut secara tidak langsung mendidik anak-anak untuk saling berinteraksi hingga keakrabanpun terjadi,namun semua permainan itu mulai punah,jarang kita menjumpai lagi memainkan permainan itu.

Pelan tapi pasti rasa kebersamaan mulai mati,dan jika ini berlanjut saya yakin 10tahun atau 20 tahun yang akan datang negeri kita akan mengalami KIAMAT PSIKOLOGI ( kejiwaan ).

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kiamat itu terjadi?
REVOLUSI PSIKOLOGI ( mengubah atau menata ulang pola penempaan kejiwaan sedari dini )

Memang,kita tidak bisa membendung teknologi yang masuk kedalam lkehidupan keluarga kita,tapi kita masih bisa untuk tidak salah dalam menerapkan teknologi,terkadang orangtua salah mengartikan bentuk kasih sayang terhadap anak,semisal anak yang belum cukup umur diberikan motor tanpa melihat sisi manfaat terhadap anak tersebut,hanya mengikuti gengsi ataupun gaya hidup.

Kita sering terlena,terkondisikan hidup hanya memikirkan uang dan uang selalu,bahakn ibadahpun motivasinya agar Tuhan selalu membuka pintu datangnya uang,bukannya mencari Ridlo Tuhan.

namun saya rasa masyarakat juga tidaklah salah jika mereka akhirnya menjadi masyarakat konsumerisme,bagaimana tidak menjadi konsumtif jika tiap detik kita mendengar dan melihat iklan yang menawarkan aneka barang-barang yang sangat menggoda hati,jika kita tak punya uang banyak pengusaha perkreditan yang begitu mudahnya memberikan kredit tanpa sarat apapun,yang justru pada akhirnya menjerat masyarakat dalam pola hidup " MENCARI UANG UNTUK MEMBAYAR HUTANG " dan yang sekarang terjadi ,9 dari 10 orang indonesia terjerat hutang.Dan wajar jika dampaknya angka kriminalitas jadi meningkat dan wajar pula jika akhirnya orang tak perduli lagi halal dan haram,semua menjadi abu-abu tidak ada lagi garis yang jelas antara hitam dan putih.

Kompleksitas permasalahan bangsa ini saya yakin berasal dari satu simpul,masyarakat butuh tuntunan,butuh perlindungan,butuh untuk dicerdaskan,bukannya malah dijerumuskan kedalam jurang kebodohan,negeri kita ini sedang sakit,SAKIT JIWA YANG SANGAT KRONIS.

Kemanakah perginya orang-orang pilihan Tuhan?yang telah dimuliakan dengan ilmu,harta dan kekuasaan,bukankah di tangan-tangan merekalah pelita kehidupan diamanatkan?

Cahaya dari Tuhan jangan kalian monopoli untuk pribadi,gubug-gubug kami juga butuh penerangan.
Berikanlah kesempatan kami untuk berjalan maka akan kami dobrak kesempitan dengan berlari.

( Bumiayu - 17 - 08 - 2007 )

Bukankah engkau anak perempuan ?



Terlahir menghunus keris
tangisnya sungguh mengiris
seperti menangisi korban lumpur dimana ia terlahir

tak berkedip mata
perhatikan apa yang dihadapannya
Kala cakra jadi garis telapak kaki kanannya
inikah rahasia tangisnya tak keluarkan airmata

bapaknya terlahir dari silsilah yang entah
sedang ibunya adalah tetes darah orang yang dibakar hidup-hidup oleh kerajaan demak
belum genap sebulan usianya dimulai pengembaraanya
ditanah Pak Sakerah di asuh ibu-ibu yang tak pernah berputra

berteman ia dengan kesepian
tetangganya lahan-lahan kosong
terkadang terdengar lenguh sapi dan kokok ayam
ia tak pernah peduli

kini ia mulai belajar mencengkeram dan mengepalkan tangan
entah siapa yang akan ia cengkeram
entah siapa yang akan ia tinju

Sering kutatap lama-lama dan bertanya dalam hati
"Bukankah engkau anak perempuan?"

( Sumenep - 24 - 01 - 2010 )

Kenapa harus aku?



menumpuk sejuta rindu
mencium nisan leluhurku
ah telah dekat masa itu

menabur kuncup-kuncup bunga kantil dan melati
semerbak mewangi seperti petuah-petuah leluhur dimasa lampau
pelan namun pasti terkikis penyakit hati
merona wajah-wajah yang galau

menggumam seribu doa
membayang seribu dosa
masa muda dan tapak kaki penuh luka
ah seperti mimpi saja

kini aku dihadapmu
menapak tilas jalanmu
berharap ungkap rahasia sasmitamu

Satu pertanyaanku
" kenapa harus aku?"


( Sumenep - 02 - 02 - 2011 )

Istana,Angkringan dan Pasar Kembang



malam dan rintik hujannya
aura kota pelajar yang kian memudar
kisah nasi kucing versus hamburger dan fried chickennya
disisi jalan gelandangan terkapar

sang pemilik angkringan bagai dosen beri wejangan
segerombol mahasiswa mengitarinya
keluhkan saldo tabungan
tak bertahan sampai tanggal tua

diseberang jalan sepasang muda mudi bercengkerama
didalam resto waralaba amerika
entah gaya atau memang kaya
tukang parkir jadi anjing penjaga mobilnya
wajah kusutnya seakan membayangkan malam ini istrinya tak mesra

Mari kawanku lanjutkan tour kita sebelum pagi menjelang
aku ingin menengok istana
masihkah terang benderang
atau justru telah gulita

mari pula kita tengok ruang pusaka
masihkah bertuah atau cuma sekedar jadi penghias pengantin pria

Pasar kembang dengan kembang-kembang malamnya
menawarkan sejuta nikmat
sang kumbang sedikit yang tergoda
sebab kembang-kembang sudah banyak yang berkarat

Mataram kini kau telah suram


( Yogyakarta - 04 - 02 - 2011 )